BURSA KERJA KHUSUS (BKK)
SMK NEGERI 11 (GRAFIKA) SEMARANG
Berdasarkan keputusan Dirjen Binapenta No. Kep. 4587/BP/1994, tanggal 12 Nopember 1994 tentang juknis Bursa Kerja khusus dan sesuai misi SMK Negeri 11 (Grafika) Semarang melaksanakan kebijakan pemerintah untuk mewujudkan Sekolah Menengah kejuruan yang mandiri dengan menggali. Menghimpun semua potensi di dalam dan di luar sekolah guna menghasilkan tamatan yang memiliki kemampuan sesuai dengan tuntutan dunia kerja/industri grafika dan berjiwa mandiri serta mampu mengembangkan dirinya sesuai dengan perkembangan IPTEK (kegrafikaan).
SMK Negeri 11 (Grafika) Semarang merupakan satu satunya sekolah di Propinsi Jawa Tengah yang mendidik siswa siswi di bidang kejuruan grafika, yaitu pengetahuan praktis tentang proses pembuatan barang cetak dari desain sampai hasil cetak yang siap di pasarkan . Sekolah ini menerimasiswa pertama tahun pelajaran 1990/1991 dengan 2 (dua) kelas,sedangkan jumlah siswanya 72 siswa , terdiri dari program persispan 36 siswa, program produksi 36 siswa . Lulusan I (pertama) tahun 1993/1994, prosentasi kelulusan 100 %. Untuk tahun pertama penempatan tenaga tamatan masih dilakukan sendiri sendiri oleh para siswa/alumnus dengan mengirim lamaran pekerjaan ke purusahaan perusahaan percetakan/penerbitan atau berwiraswasta. Hal ini banyak mendapat hambatan sehingga penempatan tenega banyak mengalami kendala dan tidak terpantau. Akhirnya pata tahun 1994 dikeluarkan Surat Keputusan Presiden No. 16 tahun 1994, tentang Kepmen No. 2 tanggal 26 Februari 1994, tentang tenaga kerja yang mana BKK merupakan suatu bentuk pelaksanaan pelaksanaan penyaluran tenaga kerja Sub Depnaker yang berada di sekolah khusus sekolah Menengah kejuruan dengan terlebih dahulu dilakukan pembinaan terhadap pelaksana BKK di sekolah dan diberikan surat ijin menyelenggarakan penempatan tenaga kerja. Sejak Dikeluarkan SK tersebut diatas, maka penempatan lulusan dapat langsung mengadakan kontak dengan dunia industri yang membutuhkan tenaga kerja lulusan khususbya grafika sehingga pada tamatan yang ke 2 (dua) para alumnus dapat ditempatkan pada industri sampai mencapai 80 % sedang sisanya 5 % melanjutkan study dan 15 % wiraswasta. Hal ini berjalan sampai dengan sekarang pada angkatan kululusan yang ke 7 (tujuh). Sedangkan calon alumnus tahun 1999/2000 sudah mendapatkan pesanan dari dunia industri :
Hubungan yang sudah terjalin baik dengan industri memudahkan kedua belah pihak untuk saling mengadakan kontak langsung dalam pembicaraan permintaan tenaga kerja dengan segala aspek administrasinya sehingga terjadi pembiasan informasi dan secara otomatis dapat segera direalisasikan.
Kebanyakan industri tersebut langsung mengadakan perekrutan ke sekolah dengan menghubungi BKK sekolah sebagai informasi tenaga alumnus yang menyiapkan data dan siswa serta kelengkapan administrasinya. Sehingga pihak industri merasakan pelayanan yang baik dari BKK tersebut.
Jadi Sekolah melalui BKK menjalankan fungsinya untuk menyalurkan langsung tenaga kerja, serta kartu kuning tanpa melalui Depnaker lagi.